Kalkulator Skor Z

Hitung skor-z, skor mentah, probabilitas, dan persentil dengan solusi langkah demi langkah dan visualisasi distribusi normal.

Untuk bantuan pembelajaran dan pekerjaan rumah — verifikasi perhitungan penting secara mandiri.

Ditinjau oleh Dewan Editorial Matematika KalkulatorDrive · Terakhir diperbarui

Kalkulator

Select a calculation mode and enter the required values to calculate z-scores, raw scores, or probabilities.

Jawaban cepat

Skor-z memberi tahu Anda berapa banyak standar deviasi suatu nilai yang berada di atas atau di bawah rata-rata: z = (X − μ) / σ. Masukkan skor mentah dengan rata-rata dan deviasi standar untuk mendapatkan skor-z, atau kerjakan mundur dari skor-z yang diketahui untuk menemukan skor mentah, persentil, dan probabilitas di bawah kurva normal.

Poin-poin penting

  • A z-score of 0 means the value equals the mean exactly; positive z is above the mean, negative z is below it.
  • Z-scores standardize any normally distributed data set to a common scale, letting you compare values measured in completely different units.
  • Aturan empiris menyatakan sekitar 68% nilai berada dalam ±1 SD, 95% dalam ±2 SD, dan 99,7% dalam ±3 SD dari rata-rata.
  • Persentil dan skor-z saling berhubungan tetapi berbeda — skor-z 1 setara dengan sekitar persentil ke-84, bukan persentil ke-1.

Rumus z-score, contoh yang berhasil

z = (X − μ) / σ

Contoh: skor mentah X = 75, mean μ = 70, simpangan baku σ = 10

  1. z = (75 − 70) / 10 = 5 / 10 = 0.5
  2. Skor z 0,5 berarti skor tersebut berada setengah deviasi standar di atas rata-rata.
  3. Melihat z = 0,5 pada distribusi normal standar memberikan persentil sekitar 69,1% — skor tersebut mengalahkan sekitar 69% distribusi.

Skor Z, persentil, dan aturan empiris

Untuk distribusi normal apa pun, aturan empiris (aturan 68-95-99,7) menjelaskan berapa banyak data yang termasuk dalam setiap kelompok deviasi standar:

Jangkauan Approximate % of data
μ ± 1σ (−1 ≤ z ≤ 1) ~68%
μ ± 2σ (−2 ≤ z ≤ 2) ~95%
μ ± 3σ (−3 ≤ z ≤ 3) ~99.7%

Membandingkan skor pada skala yang berbeda

Skor Z memungkinkan Anda membandingkan performa pada pengujian dengan skala penilaian yang sangat berbeda. Misalkan Siswa A mendapat nilai 1350 pada SAT (rata-rata 1050, SD 200) dan Siswa B mendapat nilai 30 pada ACT (rata-rata 21, SD 5):

  • Siswa A: z = (1350 − 1050) / 200 = 1,5
  • Siswa B: z = (30 − 21) / 5 = 1,8

Even though the raw scores use unrelated scales, Student B's higher z-score means they performed better relative to their own test's distribution of scores.

Kesalahan umum

  • Memperlakukan skor-z seolah-olah merupakan persentil secara langsung — skor-z 1 kira-kira merupakan persentil ke-84, bukan persentil ke-1.
  • Menggabungkan probabilitas sisi kiri, sisi kanan, dan dua sisi — masing-masing menjawab pertanyaan berbeda tentang di mana suatu nilai turun.
  • Menerapkan skor-z dan aturan empiris pada data yang tidak terdistribusi secara normal, sehingga persentasenya tidak lagi berlaku.
  • Menghilangkan tanda skor-z negatif, yang menentukan apakah suatu nilai berada di atas atau di bawah rata-rata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu skor-z?

Skor-z menghitung berapa banyak standar deviasi suatu nilai yang terletak dari mean. z = (x − μ) / σ. Z positif berada di atas rata-rata; negatif di bawah.

Apa yang dimaksud dengan z = 0, 1, atau −2?

z = 0 tepat pada mean. z = 1 adalah satu SD di atas. z = −2 adalah dua SD di bawah. Di bawah kurva normal, sekitar 95% nilai berada di antara −2 dan 2.

Kapan skor-z digunakan?

Membandingkan skor pada skala yang berbeda, menemukan persentil, dan menstandardisasi data untuk uji hipotesis, semuanya bergantung pada skor-z.

Bagaimana hubungan skor-z dengan persentil?

Tabel-z atau kalkulator memetakan z ke area di bawah kurva normal. z = 1,28 kira-kira setara dengan persentil ke-90.

Bagaimana cara menggunakan kalkulator skor-z ini?

Masukkan skor mentah, rata-rata, dan deviasi standar, lalu klik Hitung untuk melihat skor-z dan perkiraan persentil.

Bisakah skor-z digunakan untuk menandai outlier?

Ya. Aturan umum menandai nilai apa pun dengan |z| > 3 sebagai potensi outlier, karena aturan empiris menyatakan sekitar 99,7% data yang terdistribusi normal berada dalam 3 standar deviasi dari mean. Nilai di luar kisaran tersebut cukup jarang sehingga memerlukan pengamatan lebih dekat, meskipun batasnya (2, 2,5, atau 3) harus sesuai dengan seberapa ketat analisis Anda.

More math calculators