Standard Deviation Calculator

Hitung deviasi standar, varians, mean, median, dan statistik lainnya dengan solusi dan visualisasi langkah demi langkah.

Untuk bantuan pembelajaran dan pekerjaan rumah — verifikasi perhitungan penting secara mandiri.

Ditinjau oleh Dewan Editorial Matematika KalkulatorDrive · Terakhir diperbarui

Kalkulator

Sampel menggunakan (n-1), Populasi menggunakan n

Masukkan angka yang dipisahkan dengan koma, spasi, atau baris baru untuk menghitung deviasi standar dan statistik lainnya.

The short answer

Deviasi standar mengukur seberapa tersebar data di sekitar mean, dalam satuan yang sama dengan data asli. Hitunglah dengan mencari deviasi kuadrat setiap nilai dari rata-rata, rata-rata deviasi kuadrat tersebut (varians), lalu ambil akar kuadratnya. Sekelompok nilai yang ketat menghasilkan SD yang kecil; nilai yang tersebar luas memberikan SD yang besar.

Poin-poin penting

  • Sampel SD dibagi dengan (n−1), bukan n — koreksi Bessel — untuk menghindari meremehkan penyebaran populasi sebenarnya secara sistematis.
  • Standar deviasi memiliki satuan yang sama dengan data asli; varians dinyatakan dalam satuan kuadrat, itulah sebabnya SD, bukan varians, biasanya dilaporkan.
  • Aturan empiris (68-95-99.7) hanya berlaku untuk data berbentuk lonceng (normal) — aturan ini tidak berlaku untuk distribusi miring atau multimodal.
  • Mengkuadratkan deviasi sebelum melakukan rata-rata (bukan hanya merata-ratakan deviasi absolut) akan memberikan sanksi yang lebih berat pada deviasi yang lebih besar, itulah sebabnya varians dan SD menjadi ukuran standar penyebaran.

Rumus deviasi standar, langkah demi langkah

Step Tindakan
1Temukan rata-rata kumpulan data
2Kurangi mean dari setiap nilai (deviasi)
3Kuadratkan setiap deviasi
4Rata-ratakan deviasi kuadrat (bagi dengan n atau n−1) — inilah variansnya
5Ambil akar kuadrat dari variansnya — ini adalah deviasi standar

Sampel vs. populasi: koreksi n−1

Untuk kumpulan data {2, 4, 6, 8}, mean = 5, dan deviasi kuadratnya adalah 9, 1, 1, 9 (jumlah = 20):

Varians populasi = 20 − 4 = 5 → populasi SD = √5 ≈ 2,236

Varians sampel = 20 − 3 ≈ 6,667 → sampel SD = √6,667 ≈ 2,582

Versi sampel selalu sama dengan atau lebih besar dari versi populasi untuk data yang sama — membaginya dengan angka yang lebih kecil (n−1 bukan n) akan sedikit meningkatkan perkiraan, mengoreksi fakta bahwa sampel cenderung meremehkan penyebaran sebenarnya dari seluruh populasi.

Aturan empiris untuk data normal

Jangkauan % data (distribusi normal)
Mean ± 1 SD68%
Berarti ± 2 SD95%
Berarti ± 3 SD99.7%

Aturan ini adalah pemeriksaan kewarasan cepat untuk data berbentuk lonceng, bukan hukum universal — aturan ini tidak berlaku untuk distribusi yang miring, multimodal, atau berekor berat.

Kesalahan umum yang harus dihindari

  • Melupakan langkah akar kuadrat terakhir — varians dan deviasi standar sering kali membingungkan, namun keduanya tidak dapat dipertukarkan, karena keduanya berada dalam satuan yang berbeda.
  • Using the population formula (÷n) when trying to estimate a population's spread from a sample — this understates true variability.
  • Applying the empirical rule to data that isn't roughly bell-shaped — skewed data won't follow the 68-95-99.7 pattern.
  • Computing deviations from the median instead of the mean — standard deviation is specifically defined around the mean.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu deviasi standar?

Deviasi standar mengukur seberapa tersebar data di sekitar mean. SD rendah berarti nilai-nilai mengelompok dengan erat; SD tinggi berarti lebih banyak variabilitas.

Apa perbedaan SD sampel dan populasi?

Populasi SD dibagi dengan N. Sampel SD dibagi dengan N−1 (koreksi Bessel) untuk mengoreksi bias saat memperkirakan sampel.

Bagaimana deviasi standar berhubungan dengan varians?

Varians adalah deviasi kuadrat rata-rata dari mean. Deviasi standar adalah akar kuadrat dari varians, yang mengembalikan satuan ke skala aslinya.

Apa aturan empiris untuk data normal?

Sekitar 68% nilai berada dalam satu SD dari rata-rata, 95% dalam dua SD, dan 99,7% dalam tiga SD — berguna untuk interpretasi cepat ketika data berbentuk lonceng.

Bagaimana cara menggunakan kalkulator deviasi standar ini?

Masukkan nilai data atau ringkasan statistik, pilih sampel atau populasi, dan klik Hitung untuk melihat SD, varians, dan mean.

Mengapa menggunakan n daripada n−1 memberikan simpangan baku yang lebih kecil?

Dividing by n instead of n−1 spreads the same total squared deviation across one more unit in the denominator, making the result smaller. For the data set {2, 4, 6, 8}, population variance (÷4) is 5, giving a population SD of about 2.236, while sample variance (÷3) is 6.667, giving a sample SD of about 2.582 — the sample version is deliberately larger to correct for a sample's tendency to underestimate the true population spread.

More math calculators