The short answer
Percent error measures how far a measured or calculated value strays from a known, accepted value, as a percentage: |measured − accepted| ÷ |accepted| × 100%. A gravity experiment that measures 9.7 m/s² against the accepted 9.8 m/s² has a percent error of about 1.02% — small enough to suggest a reasonably accurate measurement, though what counts as "acceptable" depends entirely on the field.
Poin-poin penting
- Penyebutnya selalu merupakan nilai yang diterima/benar, bukan nilai terukur — menukarnya akan menghasilkan jawaban yang berbeda dan salah.
- Nilai absolut dalam rumus berarti persen kesalahan selalu dilaporkan positif, meskipun nilai terukur lebih rendah dari yang diterima.
- Persentase kesalahan yang dapat diterima sangat bervariasi menurut bidangnya — di bawah 1% dalam kimia analitik, namun 5–10% sering kali baik-baik saja di laboratorium fisika kelas.
- Percent error isn't the same as percent difference — percent difference has no "correct" reference value and divides by the average of the two numbers instead.
Rumus persen kesalahan
Persen kesalahan = |diukur − diterima| ÷ |diterima| × 100%
Nilai yang diterima menjadi acuan penghitungan — nilai ini mewakili standar yang Anda ukur, sehingga selalu berada di penyebut, terlepas dari apakah pengukuran Anda berada di atas atau di bawah nilai tersebut.
Contoh yang berhasil: mengukur percepatan gravitasi
Sebuah eksperimen fisika mengukur g = 9,7 m/s². Nilai yang diterima adalah 9,8 m/s².
Kesalahan mutlak = |9.7 − 9.8| = 0,1
Persen kesalahan = 0,1 9,8 × 100% ≈ 1,02%
Kesalahan 1,02% biasanya dianggap cukup baik untuk pengukuran gravitasi laboratorium langsung, di mana gesekan, hambatan udara, dan ketepatan waktu semuanya menimbulkan kesalahan kecil yang tidak dapat dihindari.
Persen kesalahan vs. perbedaan persen
| Konsep | Rumus | Kapan harus digunakan |
|---|---|---|
| Kesalahan persen | |m−a| ÷ |a| × 100% | Anda memiliki nilai benar yang diketahui untuk diperiksa |
| Perbedaan persen | |v1−v2| ÷ ((v1+v2)/2) × 100% | Membandingkan dua pengukuran, tidak ada yang otoritatif |
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Membagi dengan nilai terukur, bukan nilai yang diterima — nilai yang diterima selalu menjadi penyebutnya.
- Melupakan nilai absolut dan melaporkan kesalahan persen negatif, yang dirancang untuk dicegah oleh rumus.
- Using percent error when neither value is a known "true" standard — that situation calls for percent difference instead.
- Mengasumsikan persentase kesalahan yang rendah selalu berarti eksperimen yang baik — kesalahan dengan persentase rendah masih dapat menyembunyikan metode yang cacat jika kesalahan terjadi hingga hilang.
Kalkulator terkait
- Percentage Calculator — menangani masalah persentase umum dan perubahan persentase.
- Kalkulator Pembulatan — membulatkan hasil kesalahan persen ke sejumlah angka penting yang tepat.
- Standard Deviation Calculator — menilai penyebaran melalui pengukuran berulang, bukan hanya satu perbandingan.
- Kalkulator Interval Keyakinan — nyatakan ketidakpastian pengukuran sebagai rentang, bukan sebagai nilai kesalahan tunggal.